Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Ribuan tahun sebelum Masehi, wilayah bumi
dari Timur hingga Barat, dikuasai empat orang saja dengan daerah kekuasaan
masing-masing. Mereka terdiri atas dua orang mukmin yang percaya kepada Allah
SWT, yakni Sulaiman bin Dawud dan Zulkarnain, dan dua orang non mukmin yang
ingkar kepada Allah SWT, yaitu Bakhtanshar dan Namrud bin Kan'an.
Namrud bin Kan’an atau Raja Babil
merupakan raja yang angkuh dan sombong. Wilayah kekuasaannya membentang dari
belahan timur dan barat dunia.
Namrud disebut-sebut sebagai tiran
berdarah dingin dan tak segan menghukum siapa pun yang menolak tunduk terhadap
perintahnya. Ia sosok yang ingin dipuja hingga ia memproklamasikan diri menjadi
tuhan yang wajib disembah rakyatnya. Namrud juga dikenal sangat kejam karena
tak segan membunuh tiap bayi laki-laki yang baru lahir karena khawatir akan
menggantikannya atau menyerangnya.
Nama Namrud memang tidak disebutkan dalam
Alquran. Namun, namanya disebutkan dalam tafsir Alquran. Salah satunya dalam
Tafsir Ibnu Katsir.
Di suatu malam, Raja Namrud bermimpi
melihat kerajaannya hancur dan terbakar. Ia kemudian meminta masukan dari
peramal dan ahli tafsir mimpi di kerajaannya. Kebanyakan dari mereka tidak bisa
meramalkan apa arti mimpi Namrud.
Lalu, seseorang berkata bahwa pada malam
itu telah lahir seorang anak laki-laki di Babilonia yang akan menghancurkan
Kerajaan Namrud di masa mendatang. Mendengar tafsir tersebut, Namrud
memerintahkan prajuritnya untuk mencari ada atau tidak anak laki-laki yang lahir
pada malam dirinya bermimpi. Bila ada, maka jangan biarkan dia hidup.
Azzar, ayah Nabi Ibrahim saat itu orang
kepercayaan Raja Namrud dan ahli pembuat patung. Saat itu dia datang ke Istana
Namrud kemudian mengetahui informasi itu. Lalu ia meminta kepada istrinya untuk
membawa Ibrahim ke hutan. Semasa kecil, Nabi Ibrahim diasingkan ke hutan, di
dalam sebuah goa yang mustahil akan ditemukan orang. Hal ini dilakukan dalam
bentuk penyelamatan karena di zaman itu Raja Namrud mengeluarkan peraturan
untuk membunuh setiap ada bayi laki-laki yang lahir.
Allah telah menunjukkan kuasanya dengan
membuat Nabi Ibrahim tumbuh sebagai sosok lelaki yang tangguh hingga selamat
dari segala macam marabahaya di dalam hutan. Sampai akhirnya Nabi Ibrahim AS kembali
ke tengah masyarakat, mulailah ia memikirkan siapakah Tuhan yang berhak
disembah, kemudian Allah SWT memberikan petunjuk kepadanya sehingga dia dapat
mengenal Allah, Tuhannya.
Allah SWT juga menjadikannya sebagai Nabi
dan Rasul kepada kaumnya untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada
cahaya; mengeluarkan mereka dari menyembah patung dan berhala menuju
penyembahan kepada Allah SWT.
Allah SWT juga menurunkan suhuf (lembaran)
kepada Nabi Ibrahim yang di dalamnya terdapat adab, nasihat, dan hukum-hukum
agar beliau menunjuki kaumnya, mengajarkan kepada mereka dasar-dasar agama,
serta menasihati mereka untuk taat kepada Allah, Tuhan mereka, mengikhlaskan
ibadah kepada-Nya, dan menjauhi segala perbuatan yang bertentangan dengan
akhlak yang mulia.
Saat Nabi Ibrahim AS pulang ke rumahnya,
ia menemui ayahnya dan berkata,
“Wahai ayahku, mengapa kamu menyembah
sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu
sedikit pun? Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu
pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan
menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.–Wahai ayahku, janganlah kamu menyembah
setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.–Wahai
ayahku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha
Pemurah, sehingga kamu menjadi kawan bagi setan.” (QS. Maryam: 42-45)
Namun ayahnya menolak ajakan anaknya,
yaitu Ibrahim AS. Sambil marah ia berkata,
“Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku,
wahai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan kurajam, dan
tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama”. (QS. Maryam: 46)
Tetapi Nabi Ibrahim bersabar menghadapi
sikap keras ayahnya, bahkan membalasnya dengan sikap sayang dan berbakti, ia
berkata,
“Semoga keselamatan dilimpahkan
kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia
sangat baik kepadaku.—Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang
kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak
akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”. (QS. Maryam: 47-48)
Raja Namrud dikenal karena memiliki harta
karun yang luar biasa. Cadangan makanannya berlimpah, bala tentaranya banyak,
serta istana yang megah bersama menara babel Raja Namrud.
Dengan semua nikmat dan kekayaan tersebut,
ia berperilaku sombong. Sifat tersebut ternyata membuat ia lupa diri dan
mengaku sebagai Tuhan. Ia juga meminta pengakuan kepada seluruh rakyatnya.
Setiap orang yang datang ke istananya
untuk meminta makanan akan ditanya "Siapakah Tuhanmu?" Maka, mereka
semua menjawab "Engkau wahai rajaku." Raja Namrud pun memberikan
makanan kepada mereka.
Suatu ketika Nabi Ibrahim datang ke
hadapan Raja Namrud. Beliaupun diberi pertanyaan yang serupa, "Siapakah
Tuhanmu?" Nabi Ibrahim pun menjawab "Tuhanku ialah Yang menghidupkan
dan mematikan."
Raja Namrud kembali mengatakan "Aku
pun dapat menghidupkan dan mematikan," Maka, Nabi Ibrahim meminta Raja
Namrud untuk menerbitkan matahari dari Barat seperti yang dilakukan oleh Allah
SWT. "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkan lah ia dari
Barat."
Kisah tersebut jelas difirmankan oleh
Allah SWT dalam Al-Qur’an :
“Tidakkah kamu memperhatikan orang yang
mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan).
Ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan
mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan
mematikan." Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur,
maka terbitkanlah ia dari barat." Maka bingunglah orang yang kafir itu.
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.” (QS. Al-Baqarah : 258)
Mendengar Nabi Ibrahim menjawab itu, Raja
Namrud hanya terdiam dan mengusirnya. Ibrahim pulang ke rumah dengan tangan hampa. Di tengah perjalanan ia pun
mengambil sekantong pasir lembut dan berdoa agar Allah memberikan rezeki kepada
keluarganya. Sesampainya di rumah, Ibrahim beristirahat, perbekalan yang ia
bawa, termasuk pasir dalam kantongnya ia taruh di sampingnya begitu saja.
Sewaktu tidur itulah,
istrinya membuka perbekalannya dan ia mendapati ragam menu makanan yang nikmat.
Ketika Nabi Ibrahim AS bangun, istrinya bertanya dari manakah suaminya itu
mendapat makanan lezat begitu banyaknya. Nabi Ibrahim AS sadar, Allah SWT telah
memberikan rezeki kepada segenap keluarganya.
Setelah hari itu, Raja Namrud menjadi
gelisah. Allah SWT pun mengutus malaikat dan mengajaknya untuk beriman kepada
Allah. Hanya saja, lagi-lagi sifat sombongnya membuat ia lupa diri. Ia
menyangkal kekuasaan Allah dengan berkata, "Memangnya ada Tuhan selain
diriku?" Malaikat utusan Allah pun datang hingga dua kali tetapi Raja
Namrud tetap tak mau beriman.
Pada kali ketiga malaikat datang dan
ditolak oleh Raja Namrud. Malaikat pun berkata "Kumpulkan lah seluruh bala
tentaramu hingga tiga hari."
Ia pun mengumpulkan seluruh tentaranya,
lalu Allah mengazabnya dengan mengirim jutaan nyamuk menuju bala tentara Raja
Namrud. Saking banyaknya, sinar matahari pun tertutup oleh gerombolan nyamuk.
Nyamuk tersebut menghisap seluruh darah
bala tentara Raja Namrud. Melihat itu, Raja Namrud pun lari dan bersembunyi ke
ruangan khusus tetapi satu nyamuk mengikutinya dan masuk ke kepalanya melalui
lubang hidungnya.
Ia menyiksa Raja Namrud selama 400 tahun
atau selama ia berkuasa dengan sifat sombongnya. Raja Namrud pun meninggal
dunia dengan keadaan dzalim.
Karunia Allah yang paling lengkap adalah kehidupan yang didasarkan
pada ilmu pengetahuan (Ali bin Abi Thalib). Wallahu A’lam bish-shawabi.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih