Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Mualaf adalah sebutan bagi orang non-Muslim
yang baru masuk Islam. Keyakinan dan keteguhan hati para mualaf, bisa menjadi
pemacu agar umat Muslim lainnya bisa hidup ke jalan yang lebih baik. Salah
satunya adalah Dr. Gary Miller yang merupakan seorang profesor matematika. Dia
dibesarkan di Kanada. Sekolah-sekolah keagamaan adalah tempatnya menimba ilmu.
Sebelum menyatakan diri sebagai seorang
muslim, ia adalah salah satu penginjil senior tersohor di Kanada. Terkenal
dengan kegigihannya dalam menyerukan agama Nasrani. Juga termasuk mereka yang
memiliki pengetahuan yang luas tentang kitab Injilnya.
Pemikiran ilmiah Miller kerap berbenturan
dengan ajaran agama yang dianut. Hal ini membuatnya tidak nyaman sehingga dia
lebih memutuskan untuk berpindah ke agama lain.
Pertanyaan dan penjelasan Miller kerap
membuat pusing pemuka agama. Mereka yang seharusnya mampu memberikan jawaban
untuk menambah keimanan masyarakat, malah terdiam. Pemuka agama itu tak dapat
memberikan jawaban yang memuaskan kepada Miller.
Miller mencoba mencari cara lain untuk
mendapatkan jawaban yang dapat menghilangkan rasa penasarannya. Kali ini dia
membaca buku-buku tentang Islam karangan orientalis.
Ketika membaca buku itu, Miller tidak
melepaskan sikap kritis. Miller menginginkan kebenaran. Jika Muhammad adalah
orang yang baik dan cerdas, mengapa dia harus berbohong untuk mengklaim
kenabiannya. Atau, jika Rasul gila sehingga tidak sadar dengan tindakannya,
bagaimana mungkin dia memahami wahyu Ilahi.
Jawaban tentang semua kegelisahan Miller
ternyata ada dalam Alquran surah az-Zariyat ayat 52-53. Bunyinya adalah,
"Demikianlah tidak seorang rasul pun
yang datang kepada orang-orang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, 'Ia
adalah seorang tukang sihir atau orang gila.' Apakah mereka saling berpesan
tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui
batas."
Inspirasi dari kalam Illahi itu
menghadirkan kepuasan tersendiri. Miller kemudian makin semangat mendalami
Islam. Pada tahun 1977 dia memutuskan untuk membaca Alquran.
Dalam tiga hari dia membaca ayat-ayat
Illahi. Setelah selesai, dia berkata kepada diri sendiri, "Inilah
keyakinan yang telah saya katakan dan percaya selama 15 tahun terakhir
ini."
Pada awalnya dia meyakini, Alquran
merupakan otobiografi yang membahas kehidupan Nabi Muhammad (SAW), keluarga,
dan lingkungannya. Namun, ia terkejut menemukan hal yang tak terduga. Ternyata
Alquran hanya menyebutkan nama Rasulullah (SAW) sebanyak lima kali. Sementara,
Alquran menyebutkan nama Nabi Isa AS sebanyak 25 kali. Adapun nabi Musa AS
disebutkan lebih dari seratus kali.
Dia makin tercengang ketika menemukan surah
Maryam. Sebaliknya, dia tidak menemukan satu surah pun dengan nama Khadijah,
Aisyah, atau Fatimah. Dia juga tidak menemukan cerita yang berhubungan dengan
perasaan pribadi Rasulullah (SAW)
Miller menemukan tidak ada satu kata pun
yang disebutkan dalam Alquran tentang kesedihan yang menimpa Rasulullah (SAW).
Karena kitab ini berasal dari Allah, bukan Muhammad (SAW).
Pada tahun 2011 ketika Saul Perlmutter,
Adam Riess, dan Brian Schmidt telah memenangkan Nobel fisika. Penghargaan yang
mereka terima adalah untuk menemukan fenomena percepatan ekspansi alam semesta.
Fakta ilmiah ini sudah ada di dalam Alquran dalam surah az-Zariyat ayat 47.
Alquran juga telah berbicara tentang
tahap-tahap embrio. Surah al-Hajj ayat 5 menarik perhatian Profesor Keith
Moore, rekan sejawat Miller di Universitas Toronto. Moore adalah profesor
embriologi dan penulis buku terkenal, The Developing Human. Buku ini merupakan
referensi mahasiswa fakultas kedokteran dunia.
Ada yang bilang, setan membantu Rasulullah
(SAW) mengarang Al-Quran. Jika Alquran diilhami setan, mengapa iblis mengisi
bukunya dalam penghinaan terhadap setan. Makhluk pengganggu manusia itu selalu
mengajak manusia untuk mengingkari perintah Allah (SWT) sehingga mereka akan
masuk ke dalam neraka penuh siksa.
Berbagai kesimpulan buruk tentang Islam
selalu dilontarkan dalam berbagai media. Namun, itu semua justru menjadi pemicu
orang untuk lebih mendalami hakikat Islam.
Pada saat pertama kali mengetahui Alquran,
Miller sempat berpikir bahwa isi di dalamnya adalah pengetahuan kuno yang
dibuat oleh pria gurun pasir ribuan tahun lalu. Setelah membaca ayat-ayat di
dalamnya, dia menyadari bahwa pemikirannya itu ternyata salah besar.
Alquran adalah kitab yang tidak dibatasi
oleh ruang dan waktu karena mendahului sains modern dengan fakta paling akurat
sebagai temuan ilmiah terbaru. Miller kemudian memberikan penghormatan setinggi-tingginya
kepada Alquran.
Gary Miller memeluk Islam pada tahun 1978.
Dia memilih nama mualaf Abdul Wahid Omar. Dia mengundurkan diri dari
pekerjaannya di departemen matematika dan lebih memilih mengabdi untuk
berdakwah di Kanada. Buku yang ditulisnya menarik perhatian banyak orang
berjudul The Stunning Quran.
Karunia Allah yang paling lengkap adalah
kehidupan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan.
Wallahu a'lam bish-shawab
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih